Liburan tidak berarti melepaskan identitas sebagai santri. Hal itu disampaikan oleh Kamilah Kurnia Nur Laeli, Wakil Kepala Kurikulum SMP DTBS Putra. Menurutnya, liburan yang baik adalah saat kebiasaan positif di sekolah dan pesantren tetap dijaga di rumah.
“Cukup rasa sebagai santri itu tetap hadir, agar suasana belajar di pondok bisa dinikmati orang tua,” ujarnya.
Selama liburan, sekolah tetap mendampingi santri melalui monitoring yang berfokus pada khidmat kepada orang tua. Aktivitas sederhana seperti membantu memasak, menyapu, atau mencuci kendaraan adalah bagian dari pendidikan karakter yang penting.
Di tengah derasnya pengaruh digital, sekolah juga menekankan pentingnya literasi. Namun, literasi tidak harus kaku. Bisa dilakukan melalui membaca bersama, berdiskusi tentang buku, atau menonton film edukatif. Jika anak menggunakan gawai, harus tetap ada aturan: waktu terbatas, pendampingan, dan penyaringan konten.
Orang tua dianjurkan mengajak anak ke perpustakaan, membuat pojok baca, atau mengadakan halaqah keluarga untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mempererat hubungan keluarga.
Liburan panjang bisa menjadi tantangan. Kebebasan waktu kerap membuat anak lengah. Karena itu, sekolah mengingatkan bahwa meski berlibur, status santri tetap melekat dan aturan sekolah tetap berlaku.
Kamilah menutup pesannya dengan harapan agar para santri kembali ke sekolah dalam kondisi lebih baik dan semangat baru untuk melanjutkan pendidikan di sekolah dan pesantren. (Noviana)
🎉 Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
📚SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putra
🌐 Link pendaftaran:
👉 https://ppdb.daaruttauhiid.sch.id
📞 Informasi lebih lengkap hubungi:
💬 Humas SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putra
📱 085722000364
🏫 SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putra
📍 Alamat: Jl. Cigugur Girang No.33, Cigugur Girang, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
✨ Ayo daftarkan putra terbaik Ayah Bunda, jadikan mereka generasi cerdas, berakhlak, dan berkarakter Islami! 🌟